Menelusuri Jejak Peninggalan Di Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah

Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah | Foto: www(dot)youtube(dot)com
Berbicara mengenai
Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah, tidak terlepas dari kawasan yang banyak ditemukan artefak-artefak pendukungnya. Selain tinggalan masa kolonial, kawasan
Dago Pakar
juga menyimpan peninggalan dari jaman sejarah dan pra sejarah.
Disepanjang aliran Sungai Cikapundung, banyak ditemukan sejumlah artefak
penanda kehidupan manusia di masa silam.

Aliran Sungai Cikapundung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kota Bandung dibelah oleh Sungai Cikapundung. Sungai yang dipercaya
telah menopang sendi kehidupan masyarakat Kota Bandung sejak ribuan
tahun yang lalu. Dago Pakar menjadi salah satu kawasan aliran Sungai
Cikapundung. Di tempat ini terdapat sebuah air terjun atau yang dalam
Bahasa Sunda dikenal dengan nama curug. Nama curug di kawasan Dago Pakar
ini adalah Curug Dago.

Curug Dago dan Prasasti Batu Raja Thailand | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Awal abad ke-20, Curug Dago pernah disambangi oleh raja besar
Thailand, yaitu Rama V Pangeran Chulalongkorn. Terdapat sebuah batu yang
berdiri tepat dialiran Sungai Cikapundung sebagai sebuah prasasti
pertanda Pangeran Chulalongkorn pernah mengunjungi tempat ini di tahun
1902. 27 tahun kemudian, sang cucu Rama VII mengulang perjalanan
kakeknya, yaitu Pangeran Chulalongkorn, hingga batu prasasti pun
bertambah menjadi dua.

Raja Thailand | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Jauh sebelum kedatangan Raja Thailand, Dago Pakar telah dihuni oleh
manusia jaman prasejarah sejak ribuan tahun silam. Indikasinya telah
bayak ditemukan oleh para peneliti asing yang pencarian arkeologinya
masih terus dilakukan oleh para arkeolog di Bandung, salah satunya dari
Badan Arkeolog Bandung.

Kawasan Arkeologi Di Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kawasan Dago Pakar dianggap sebagai kawasan yang sangat penting
dikalangan arkeolog. Hal ini dikarenakan di masa lalu para peneliti
asing telah menemukan berbagai tinggalan arkeologi di kawasan ini. Dari
hasil penelitian yang dilakukan, penemuan yang paling tua ditemukan
sangatlah banyak, salah satunya penemuan pada masa berburu dan meramu
makanan. Hasil penemuan tidak hanya itu, ada juga penemuan pada masa
yang terbilang cukup baru, yaitu masa neolitikum.

Kehidupan Masa Purba Di Kawasan Arkeolog Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Masa neolitikum di
kawasan Dago Pakar
ini ditandai dengan banyaknya ditemukan batu-batu yang telah diasah
untuk dijadikan alat-alat kehidupan sehari-hari. Dari berbagai penemuan
yang telah dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa kasawan Dago Pakar
menjadi salah satu kawasan yang telah dihuni oleh para manusia masa pra
sejarah secara berkelanjutan.

Aliran Sungai Cikapundung Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kehidupan
Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah
memang lebih banyak berada disekitar aliran sungai. Dago Pakar sendiri
memiliki aliran sungai yang dikenal sebagai Sungai Cikapundung. Dulu,
pada masa pra sejarah Aliran Sungai Cikapundung ini sangatlah jernih dan
bersih. Disamping itu, kontur alam disekitar sungai ini sangatlah baik
untuk ditinggali. Tidak heran jika banyak penemuan-penemuan yang
berhubungan dengan kehidupan masa pra sejarah disekitar sungai.

Artefak-artefak Di Kawasan Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Berbagai tinggalan pra sejarah tersebar di aliran Sungai Cikapundung
ini. kapak, pisau, mata panah, menjadi tanda bahwa dulu kawasan tersebut
digunakan sebagai tempat hunian manusia jaman pra sejarah di kawasan
Bandung Utara tersebut. Umumnya, temuan-temuan di sekitar aliran Sungai
Cikapundung tersebut berupa peralatan dari jenis bebatuan. Para ahli
menduga bahwa kawasan ini dulunya digunakan sebagai bengkel senjata.

Area Penemuan Artefak-artefak Di Dago Pakar | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Tidak banyak orang yang tahu, nama pakar dari Dago Pakar berasal dari
kata pakarangan, yang dalam Bahasa Sunda berarti senjata. Tinggalan
manusia purba di sekitar Dago Pakar ini bisa dilihat di Museum Ir. H.
Djuanda, salah satunya adalah piranti obsidian yang sempat menjadi
polemic.

Museum Ir. H. Djuanda Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Koleksi di museum ini cukup beragam, ada koleksi dari benda di masa
paleolitikum dan masa-masa lainnya. Ada juga berbagai macam benda masa
purba berupa batu yang dahulu digunakan sebagai penunjang dalam
kehidupan sehari-hari. Banyak koleksi-koleksi yang dihasilkan dari
penelitian di Dago Pakar ini, seperti cetakan logam, gelang perunggu,
artefak-artefak obsidian, hingga mata tombak yang terbuat dari bahan
perunggu.

Alur Penyebaran Artefak-artefak Di Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Artefak obsidian diketahui tersebar disepanjang
dataran tinggi Bandung.
Kalangan peneliti bersilang pendapatn mengenai asal usul temuan ini.
Sebagian meyakininya sebagai tinggalan masa neolitikum, peneliti lainya
bersikeras meyakini temuan tersebut berasal dari masa mesolitikum.

Museum Geologi | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Di tempat berbeda, tepatnya di Museum Geologi Bandung terdapat satu
pojokan bernama Pojok Bandung menggambarkan proses bentuknya dataran
tinggi Bandung. Dalam pengembangannya, Danau Bandung sudah ada sejak 135
ribu tahun yang lalu.

Peta Awal Mula Bandung Terbentuk | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Api Sunda yang dalam
strukturnya terbagi menjadi dua, yaitu Danau Bandung sebelah timur dan
Danau Bandung di sebelah barat. Dari letusan gunung tersebut, banyak
penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh peneliti, berupa tulang, batu,
hingga fosil-fosil. Berbagai penemuan ini seakan membuktikan bahwa
wilayah Bandung ini berasal dari danau raksasa yang diketahui bernama
Situ Hiang.

Situ Hiang | Foto : twicsy(dot)com
Berbagai penelitian mengenai
Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah ini tentunya sangat menarik untuk ditelusuri. Ingin tahu lebih jelasnya? Simak artikel lainnya.
sumber : https://sebandung.com/2015/09/menelusuri-jejak-peninggalan-di-bandung-pada-jaman-sejarah-dan-pra-sejarah/