Senin, 29 Februari 2016

Jajanan Tradisional Top Khas Jawa Barat

Jajanan Tradisional Top Khas Jawa Barat

Wisata Kuliner - Provinsi Jawa Barat tak hanya kaya dengan wisata dan budayanganya saja, namun tanah Sunda ini  juga kaya dengan beragam kuliner dan jajanan tradisionalnya yang terkenal seantero negeri. Rasanya yang enak membuat para wisatawan wajib mencicipinya saat berkunjung ke Provinsi ini. Berikut ini ulasan tentang jajanan tradisional top khas Jawa Barat, diantaranya.

1. Putri Noong
Dalam bahasa sunda, putri noong artinya putri yang mengintip. Kue ini terbuat dari bahan yang sederhana, yaitu singkong dan pisang. Singkong diparut, lalu adonanya diberi pewarna dan dibentuk bulat, kemudian bagian tengahnya diberi potongan buah pisang. Adonan singkong dan pisang tersebut kemudian dikukus, setelah itu disajikan dengan kelapa parut. Kue ini terlihat cantik dengan warna-warninya, juga tidak banyak mengandung gula.

Putri Noong

2. Colenak
Colenak merupakan singkatan dari “dicocol enak” yang dikenal juga dengan tapai bakar. Makanan ini dibuat dari tapai singkong yang dibakar lalu dicocolkan pada gula jawa cair yang bercampur serutan kelapa. Colenak sudah diperkenalkan sejak tahun 1930 oleh Aki Murdi. Jika ingin mencicipinya, anda bisa datang ke Colenak Murdi Putra yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Bandung. Tempat tersebut merupakan warisan tiga generasi dari pencipta pertamanya yang hingga kini telah mempunyai varian rasa durian dan nagka.

Colenak

3. Combro dan Misro
Combro dan misro merupakan makanan khas Jawa Barat yang dibuat dari parutan singkong. Bedanya, bagian dalam combro diisi dengan sambal oncom, sedangkan misro diisi dengan gula merah lalu digoreng. Itulah mengapa nama kedua makanan ini combro dan misro. Karena dalam bahasa sunda, Combro merupakan singkatan dari oncom di jero (oncom didalam), dan Misro singkatan dari manis di jero (manis didalam). Kedua makanan ini sangat nikmat disantap saat masih hangat.

Combro dan Misro

4. Cireng
Cireng adalah singakatan dari “aci digoreng”, merupakan makanan tradisional Jawa Barat yang terbuat dari tepung kanji (aci) atau tepung tapioka yang diberi bumbu lalu digoreng. Hingga kini pembuatan cireng telah mengalami inovasi. Ada cireng yang diisi berbagai macam variasi, misalnya sosis, bakso, keju, daging ayam dan barbeque. Saat masih hangat adalah waktu yang tepat untuk menyantapnya.

Cireng

5. Serabi Oncom
Serabi, makanan yang terbuat dari tepung beras ini hampir terdapat diseluruh Nusantara. Namun di Provinsi Jawa Barat ada serabi yang unik dengan racikan kreatif. Serabi Oncom namanya. Jika biasanya serabi diberi kuah santan dan gula aren, serabi satu ini disajikan dengan topping oncom diatasnya, sehingga rasa serabi pun manjadi sedikit lebih pedas. Penasaran bagaimana rasanya?

Serabi Oncom

6. Bandros
Jajanan khas Bandung satu ini terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan parutan kelapa dan santan. Agar aromanya wangi, ditambahakan juga sedikit daun pandan dalam adonannya. Kemudian di panggang sekitar 5 menit. Setela matang, kue ini ditaburi dengan gula pasir. Kue yang sekilas tampilannya mirip kue pukis ini cocok dinikmati dengan teh manis atau kopi.

Bandros

Itulah beberapa jajanan tradisioal khas Jawa Barat yang banyak berupak kue. Selain enak, bentuknya juga cantik dan sangat mengoda. Jajanan diatas wajib anda coba saat berkunjung ke provinsi ini. Anda juga bisa mencobanya sendiri di rumah, karena sekrang sudah banyak resep online yang mengulas tentang cara membuat berbagai jajajan khas Sunda ini



sumber :  http://www.kebudayaanindonesia.com/2015/01/jajanan-tradisional-top-khas-jawa-barat.html

B I O D A T A

nama : mega wahyuni
kelas : 9k
sekolah : smpn 38 bandung
wali kelas : ibu ella nurlaila
nama ibu : ina rosita
nama ayah kandung : encang suteja (alm)
nama ayah tiri : hamdani
nama adik : nur izal jaelani (lakilaki)

sumber : http://mynewsbla21.blogspot.co.id/search?q=trans+studio

Menelusuri Jejak Peninggalan Di Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah


Menelusuri Jejak Peninggalan Di Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah

Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah
Bandung Pada Jaman Sejarah dan Pra Sejarah | Foto: www(dot)youtube(dot)com
Berbicara mengenai Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah, tidak terlepas dari kawasan yang banyak ditemukan artefak-artefak pendukungnya. Selain tinggalan masa kolonial,  kawasan Dago Pakar juga menyimpan peninggalan dari jaman sejarah dan pra sejarah. Disepanjang aliran Sungai Cikapundung, banyak ditemukan sejumlah artefak penanda kehidupan manusia di masa silam.
Aliran Sungai Cikapundung
Aliran Sungai Cikapundung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kota Bandung dibelah oleh Sungai Cikapundung. Sungai yang dipercaya telah menopang sendi kehidupan masyarakat Kota Bandung sejak ribuan tahun yang lalu. Dago Pakar menjadi salah satu kawasan aliran Sungai Cikapundung. Di tempat ini terdapat sebuah air terjun atau yang dalam Bahasa Sunda dikenal dengan nama curug. Nama curug di kawasan Dago Pakar ini adalah Curug Dago.
Curug Dago dan Prasasti Batu Raja Thailand
Curug Dago dan Prasasti Batu Raja Thailand | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Awal abad ke-20, Curug Dago pernah disambangi oleh raja besar Thailand, yaitu Rama V Pangeran Chulalongkorn. Terdapat sebuah batu yang berdiri tepat dialiran Sungai Cikapundung sebagai sebuah prasasti pertanda Pangeran Chulalongkorn pernah mengunjungi tempat ini di tahun 1902. 27 tahun kemudian, sang cucu Rama VII mengulang perjalanan kakeknya, yaitu Pangeran Chulalongkorn, hingga batu prasasti pun bertambah menjadi dua.
Raja Thailand
Raja Thailand | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Jauh sebelum kedatangan Raja Thailand, Dago Pakar telah dihuni oleh manusia jaman prasejarah sejak ribuan tahun silam. Indikasinya telah bayak ditemukan oleh para peneliti asing yang pencarian arkeologinya masih terus dilakukan oleh para arkeolog di Bandung, salah satunya dari Badan Arkeolog Bandung.
Kawasan Arkeologi Di Dago Pakar Bandung
Kawasan Arkeologi Di Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kawasan Dago Pakar dianggap sebagai kawasan yang sangat penting dikalangan arkeolog. Hal ini dikarenakan di masa lalu para peneliti asing telah menemukan berbagai tinggalan arkeologi di kawasan ini. Dari hasil penelitian yang dilakukan, penemuan yang paling tua ditemukan sangatlah banyak, salah satunya penemuan pada masa berburu dan meramu makanan. Hasil penemuan tidak hanya itu, ada juga penemuan pada masa yang terbilang cukup baru, yaitu masa neolitikum.
Kehidupan Masa Purba Di Kawasan Arkeolog Dago Pakar Bandung
Kehidupan Masa Purba Di Kawasan Arkeolog Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Masa neolitikum di kawasan Dago Pakar ini ditandai dengan banyaknya ditemukan batu-batu yang telah diasah untuk dijadikan alat-alat kehidupan sehari-hari. Dari berbagai penemuan yang telah dihasilkan, dapat disimpulkan bahwa kasawan Dago Pakar menjadi salah satu kawasan yang telah dihuni oleh para manusia masa pra sejarah secara berkelanjutan.
Aliran Sungai Cikapundung Bandung
Aliran Sungai Cikapundung Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Kehidupan Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah memang lebih banyak berada disekitar aliran sungai. Dago Pakar sendiri memiliki aliran sungai yang dikenal sebagai Sungai Cikapundung. Dulu, pada masa pra sejarah Aliran Sungai Cikapundung ini sangatlah jernih dan bersih. Disamping itu, kontur alam disekitar sungai ini sangatlah baik untuk ditinggali. Tidak heran jika banyak penemuan-penemuan yang berhubungan dengan kehidupan masa pra sejarah disekitar sungai.
Artefak-artefak Di Kawasan Dago Pakar Bandung
Artefak-artefak Di Kawasan Dago Pakar Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Berbagai tinggalan pra sejarah tersebar di aliran Sungai Cikapundung ini. kapak, pisau, mata panah, menjadi tanda bahwa dulu kawasan tersebut digunakan sebagai tempat hunian manusia jaman pra sejarah di kawasan Bandung Utara tersebut. Umumnya, temuan-temuan di sekitar aliran Sungai Cikapundung tersebut berupa peralatan dari jenis bebatuan. Para ahli menduga bahwa kawasan ini dulunya digunakan sebagai bengkel senjata.
Area Penemuan Artefak-artefak Di Dago Pakar
Area Penemuan Artefak-artefak Di Dago Pakar | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Tidak banyak orang yang tahu, nama pakar dari Dago Pakar berasal dari kata pakarangan, yang dalam Bahasa Sunda berarti senjata. Tinggalan manusia purba di sekitar Dago Pakar ini bisa dilihat di Museum Ir. H. Djuanda, salah satunya adalah piranti obsidian yang sempat menjadi polemic.
Museum Ir. H. Djuanda Bandung
Museum Ir. H. Djuanda Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Koleksi di museum ini cukup beragam, ada koleksi dari benda di masa paleolitikum dan masa-masa lainnya. Ada juga berbagai macam benda masa purba berupa batu yang dahulu digunakan sebagai penunjang dalam kehidupan sehari-hari. Banyak koleksi-koleksi yang dihasilkan dari penelitian di Dago Pakar ini, seperti cetakan logam, gelang perunggu, artefak-artefak obsidian, hingga mata tombak yang terbuat dari bahan perunggu.
Alur Penyebaran Artefak-artefak Di Bandung
Alur Penyebaran Artefak-artefak Di Bandung | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Artefak obsidian diketahui tersebar disepanjang dataran tinggi Bandung. Kalangan peneliti bersilang pendapatn mengenai asal usul temuan ini. Sebagian meyakininya sebagai tinggalan masa neolitikum, peneliti lainya bersikeras meyakini temuan tersebut berasal dari masa mesolitikum.
Museum Geologi
Museum Geologi | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Di tempat berbeda, tepatnya di Museum Geologi Bandung terdapat satu pojokan bernama Pojok Bandung menggambarkan proses bentuknya dataran tinggi Bandung. Dalam pengembangannya, Danau Bandung sudah ada sejak 135 ribu tahun yang lalu.
Peta Awal Mula Bandung Terbentuk
Peta Awal Mula Bandung Terbentuk | Foto : www(dot)youtube(dot)com
Danau ini terbentuk dari letusan Gunung Api Sunda yang dalam strukturnya terbagi menjadi dua, yaitu Danau Bandung sebelah timur dan Danau Bandung di sebelah barat. Dari letusan gunung tersebut, banyak penemuan-penemuan yang dihasilkan oleh peneliti, berupa tulang, batu, hingga fosil-fosil. Berbagai penemuan ini seakan membuktikan bahwa wilayah Bandung ini berasal dari danau raksasa yang diketahui bernama Situ Hiang.
Situ Hiang
Situ Hiang | Foto : twicsy(dot)com
Berbagai penelitian mengenai Bandung pada jaman sejarah dan pra sejarah ini tentunya sangat menarik untuk ditelusuri. Ingin tahu lebih jelasnya? Simak artikel lainnya.

sumber :  https://sebandung.com/2015/09/menelusuri-jejak-peninggalan-di-bandung-pada-jaman-sejarah-dan-pra-sejarah/

7 Destinasi Wisata Belanja Di Bandung Versi Sebandung.com


7 Destinasi Wisata Belanja Di Bandung Versi Sebandung.com

Wisata Belanja Di Bandung
Wisata Belanja Di Bandung | Foto : pegiwisata(dot)com
Wisata belanja di Bandung murah bisa dilakukan dengan beragam cara. Cara yang paling logis tentunya dengan mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan murah di Bandung.  Namun demikian, pengetahuan tentang lokasi perbelanjaan murah di Bandung tentunya menjadi hal mutlak. Untuk itu, berikut adalah beberapa lokasi perbelanjaan murah di kota Bandung.
Industri Sepatu Cibaduyut Bandung
Industri Sepatu Cibaduyut Bandung | Foto : www(dot)tribunnews(dot)com
1. Kawasan Cibaduyut yang terkenal sebagai sentra industri sepatu terbesar bukan hanya di Bandung, tetapi Indonesia. Di kawasan ini, pengunjung bisa memilih ratusan hingga ribuan model sepatu sesuai dengan keinginan. Harga yang ditawarkan di tempat ini sebenarnya sangat beragam mulai dari puluhan ribu rupiah hingga jutaan rupiah. Namun demikian, banyak juga penawaran dengan discount hingga 70 %. Selain sepatu, pengunjung pun bisa menemukan komoditas lain, terutama tas dan aneka kerajinan kulit.
Pasar Baru Bandung
Pasar Baru Bandung | Foto : blao-tukangkaos(dot)blogspot(dot)com
2. Pasar Baru Bandung. Di tempat ini, pengunjung bisa membeli beragam komoditas, mulai dari fashion, kain, peralatan shalat, peralatan kecantikan dan sebagainya dengan harga yang murah.
Jalan Tamim Pasar Baru Bandung
Jalan Tamim Pasar Baru Bandung | Foto : fajarmuchtar(dot)wordpress(dot)com
3. Jalan Tamim yang terletak di samping Pasar Baru, Bandung, dulu pernah terkenal sebagai tempat pakaian murah terutama jeans dan t shirt. Saat ini, Tamim lebih terkenal sebagai pusat perbelanjaan kain murah di Bandung. Meski demikian, di beberapa tempat pengunjung masih bisa mendapatkan pakaian jadi atau memanfaatkan jasa tukang jahit kilat yang tersebar di beberapa titik.
Kawasan Jalan Dewi Sartika Bandung
Kawasan Jalan Dewi Sartika Bandung | Foto : jabar(dot)tribunnews(dot)com
4. Pertokoan Dewi Sartika di kawasan alun-alun Bandung yang terkenal dengan discount besar-besarannya. Beberapa toko bahkan menawarkan ragam celana jeans yang bisa didapat dengan harga tak lebih dari Rp. 30.000. Hingga saat ini Jalan Dewi Sartika masih menjadi salah satu tujuan wisata belanja di Bandung. Distri-distro pun bermunculan di jalan ini seiring dengan pusat perbelanjaan King’s Shopping Center mengalami kebakaran beberapa waktu yang lalu.
Pasar Kota Kembang
Pasar Kota Kembang | Foto : apamaksudnyaini(dot)wordpress(dot)com
5. Pasar Kota Kembang, di Jalan Dalem kaum bandung. Lokasinya memang tak terlihat dari pinggir jalan. Namun demikian, pasar ini terbilang luas, sebab terhubung langsung ke jalan Asia Afrika Bandung. Di pasar ini, pengunjung bisa menemukan beragam barang semisal dari tas, ikat pinggang, produk-produk fashion hingga aneka kerajinan. Kebanyakan barang-barang yang dijual disini mayoritas berupa tas dan sepatu. Tidak heran jika pengunjung yang datang ke pasar ini mencari tas ataupun sepatu.
Plaza Parahyangan Alun-alun Bandung
Plaza Parahyangan Alun-alun Bandung | Foto : www(dot)plazaparahyangan(dot)com
6. Parahyangan yang terletak di samping Mesjid Raya Bandung atau alun-alun Bandung. Pertokoan yang diisi oleh ratusan merk distro ini, bisa dijadikan sebagai wisata belanja pakaian kualitas distro murah di Bandung. Lebih dari 100 merk distro Bandung menjajakan produknya disini. Terdapat lapangan futsal di lantai atas yang bisa pengunjung gunakan sebagai lapangan bermain futsal disana. Sering juga diadakan berbagai acara yang banyak diikuti oleh pengunjung.
Pasar Andir
Pasar Andir | Foto : www(dot)trekearth(dot)com
7. Pasar Andir yang terkenal dengan pakaian super murahnya merupakan alternatif lain dari wisata belanja murah Bandung. Meski murah, pengunjung harus benar-benar teliti untuk membeli pakaian di tempat ini. Alasan utamanya adalah banyak komoditas yang berkualitas sangat rendah. Namun, jika pengunjung teliti, di tempat ini pengunjung bisa mendapatkan barang murah dengan kualitas yang tinggi, bahkan bisa dibandingkan dengan kualitas export.
Selain tempat-tempat di atas, masih banyak lagi tempat lain yang bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata belanja di Bandung murah. Ingin tahu dimana saja? Langsung datang ke Bandung!

sumber :  https://sebandung.com/2015/09/7-destinasi-wisata-belanja-di-bandung-versi-sebandung-com/

Melihat Dinosaurus dan Manusia Purba di Bandung


Melihat Dinosaurus dan Manusia Purba di Bandung

Melihat Dinosaurus dan Manusia Purba
Melihat Dinosaurus dan Manusia Purba | Foto : baguspujawan.wordpress.com
Melihat dinosaurus dan manusia purba ternyata bisa dilakukan di Bandung.  Tentunya, bukan melihat secara langsung, namun melalui fosil, gambar atau film dokumenter yang ada di Museum Geologi Bandung. Museum adalah salah satu objek wisata edukatif yang paling relefan. Sebab, di museum pengunjung tidak hanya berekreasi, tetapi juga mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang sejarah masa lalu. Lantas apa saja yang bisa kita dapat di Museum Geologi?

Melihat Dinosaurus dan Manusia Purba di Bandung

Fosil Purba

Beragam fosil purba mulai dari manusia purba hingga beragam jenis dinosaurus bisa dilihat secara langsung di Museum Geologi Bandung. fosil ini sengaja diletakkan di sayap barat sebagai ruangan utama museum ini yang disebut juga dengan Ruang Geologi Indonesia. pengunjung mungkin akan merasa takjub saat melihat kerangka dinosaurus yang tinggi dan besar.
Selain melihat dinosaurus dan manusia purba, pengunjung pun bisa melihat contoh-contoh evolusi dari makhluk purba hingga terlihat seperti saat ini. Karena museum ini bernama geologi, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan kebumian atau geologi ditampilkan di museum ini. hal tersebut terlihat dari banyak sekali bebatuan yang dipamerkan. Karena museum adalah sarana menampilkan informasi, maka setiap benda yang ditampilkan dilengkapi dengan panel-panel informasi.

Pameran Lainnya

Di salah satu sudut, pengunjung bisa menyaksikan sebuah peta yang bisa merekonstruksi proses terjadinya wilayah Indonesia hingga seperti yang terlihat dalam peta saat ini. Peta yang juga alat peraga tersebut, menunjukkan bahwa proses pembentukan wilayah Indonesia  ternyata membutuhkan waktu hingga ribuan tahun.
Selain itu, di museum ini pengunjung bisa mengetahui bagaimana kondisi gunung berapi yang ada di Indonesia dan bagaimana pengaruhnya terhadap bentang geologi indonesia dan kekayaan sumber dayanya. Kekayaan sumberdaya yang terkandung dalam bumi seperti bahan tambang dan mineral pun ditampilkan di museum ini. bahkan beragam bahan tambang yang dihasilkan oleh pertambangan terbesar di Indonesia (freeport) dipamerkan di museum ini.
Tak cukup dengan penemuan dan hasil-hasil tambang di muka bumi, museum geologi pun menampilkan bermacam peralatan yang digunakan dalam tambang, pengeboran bumi dan penelitian geologi. Singkatnya, apa yang ditampilkan dalam museum geologi Bandung sangatlah lengkap.
Karenanya wajar jika tempat ini seringkali dijadikan rujukan darmawisata siswa SMP-SMA hingga tempat untuk mendapatkan informasi geologi bagi mahasiswa. Bukan hanya itu, museum geologi pun merupakan rujukan bagi pecinta alam untuk mendapatkan peta di berbagai wilayah Indonesia, hanya dengan mengetahui lembar dan nomor peta.
Itulah sekilas pembahasan mengenai beberapa cara untuk melihat dinosaurus dan manusia purba di Bandung yang dapat dijelaskan, semoga bermanfaat.

sumber :  https://sebandung.com/2014/05/melihat-dinosaurus-dan-manusia-purba/

Mengenal Filosofi Tari Jaipongan

Mengenal Filosofi Tari Jaipongan

Jaipongan telah dikenal luas sebagai salah satu jenis tarian khas Jawa Barat yang sekaligus menjadi ikon tari Sunda. Hampir di setiap acara seni atau hajat, pertunjukkan tari di dalam atau luar negeri, bahkan yang khusus mengusung budaya Sunda ataupun yang bukan, tari jaipongan seakan menjadi agenda wajib untuk dipertunjukkan. Mengapa? Berikut ini penjelasannya, untuk mengugkap lebih jauh mengenai gagasan di balik kemunculan tari jaipongan.

Asal-Usul dan Perkembangan Tari Jaipongan

Sumber: common.wikipedia.org
Sumber: common.wikipedia.org
Tari Jaipongan saat ini telah menjadi salah satu identitas bangsa Indonesia. Jika dibedah lewat etimologi, kata Jaipong memang tidak memiliki makna khusus, namun di balik gerak tariannya, justru  tersirat banyak makna.
Mulanya istilah jaipong sudah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Karawang sebagai suatu bentuk ungkapan dalam pertunjukan Banjet, yaitu tarian seorang penari bodor (lucu) mengikuti bunyi kendang dengan fungsi mengundang tawa dan sebagai hiburan rakyat. Tarian ini sendiri merupakan karya inovasi salah seorang seniman Karawang yang menggabungkan kesenian topeng banjet, pencak silat, wayang golek, tarling, ketuk tilu, dan tepak topeng.
Hingga pada tahun 60-an, muncullah seniman asal Bandung Gugum Gumbira yang berkeinginan  mengangkat seni rakyat yang memiliki nilai jual, dan menggali kesenian tradisional untuk dipadukan dengan tarian kontemporer. Terutama dansa ballroom ala Barat yang saat itu dilarang keras dibawakan di Indonesia karena dianggap sebagai bentuk kolonialisme gaya baru.
Kebudayaan Sunda lainnya: “Bingung dengan Arti Kata Sampurasun dalam Sunda? Berikut Penjelasannya!
Menjelang tahun 80-an, Gugum Gumbira membuat terobosan di Bandung dengan mengkreasikan tarian yang terinspirasi dari seni jaipongan Karawang, sinden yang sedang menari dalam sebuah tarian Bajidoran (tarian khas Karawang dan Subang), juga dansa kontemporer. Ia berhasil menciptakan kreasi tari baru pertamanya yang dinamakan Ketuk Tilu Perkembangan atau disebut juga Ketuk Tilu Gaya Baru. Selanjutnya, ia juga menciptakan tari Daun Pulus Keser Bojong dan Rendeng Bojong.
Ketiga tarian tersebutlah yang kemudian menjadi cikal bakal munculnya genre tari baru yang lantas diberi nama Jaipongan dan segera populer menjadi demam tari di tengah masyarakat pada saat itu. Setelahnya, Gugum masih terus berkarya dan menelurkan beberapa tari jaipongan lain dengan iringan karawitan baru pula. Diantaranya Oray Welang, Toka-toka, Pencug, Sonteng, Setrasari, Rawayan, dan Kawung Anten.

Jaipongan yang Fenomenal

Sumber: kathleenazali.c2o-library.net
Sumber: kathleenazali.c2o-library.net
Meskipun populer dan sempat menjadi tren di tengah masyarakat untuk mempelajari genre tarian ini, bukan berarti tari jaipongan tidak mengundang kontroversi. Tari jaipongan menjadi fenomenal karena dianggap sebagai suguhan tarian erotisme dan mengeksploitasi tubuh perempuan. Terutama gerakan pinggul dalam jaipongan yang disebut-sebut mengundang gairah lelaki.
Apalagi jika dibandingkan dengan jenis tari Sunda tradisional yang identik dengan gerakan lembut dan menundukkan pandangan mata, Jaipongan sangat berbeda karena menunjukkan gerakan-gerakan cepat, agresif, dan secara berani mengumbar pandangan mata sebagai cara berinteraksi.
Hal tersebut sangat bertentangan dengan image turun-temurun yang telah dimiliki perempuan dalam pandangan masyarakat Sunda. Sosok ideal perempuan sejak lama adalah yang keibuan, berwibawa, kalem, penyabar, lembut, berkharisma, dan kesemuanya sama sekali tidak tercermin dalam tari jaipongan yang menunjukkan gerakan-gerakan atraktif dan dinamis.
Meskipun perempuan dalam masyarakat Sunda lama digambarkan sebagai sosok ideal berkedudukan tinggi, namun pada kenyataannya kekuatan perempuan tetap saja ada di bawah laki-laki, berbatas pada wilayah domestic, dan dibumbui filosofi dasar pasrah serta menerima keadaan.
Kesenian lainnya di: “Warisan Kesenian Tradisional Sunda yang Patut untuk Dilestarikan
Jauh sebelumnya, gebrakan awal perempuan Sunda telah lahir ketika Dewi Sartika pada tahun 1800-an mendirikan sakola istri guna memajukan kaum perempuan lewat berbagai keterampilan yang diajarkan. Selang seabad kemudian, berbagai cara dan perubahan terus dilakukan untuk melahirkan perempuan-perempuan Sunda yang berani keluar dari falsafah keperempuanan lamanya. Salah satunya tergambar dalam tari Jaipongan yang semakin menegaskan bahwa perempuan masa kini semakin berani membuka diri.

Filosofi Perempuan Sunda dalam Tari Jaipongan

Sumber: plus.google.com
Sumber: plus.google.com
Jauh sebelum Jaipongan muncul, menarikan tarian terutama oleh kalangan perempuan menak (kaum bangsawan dan kalangan konservatif), dianggap tabu. Hal ini berawal dari rusaknya citra penari yang dulu populer dengan sebutan ronggeng. Semakin ke sini, Tayuban yang lebih santun diperbolehkan, selama yang menari adalah laki-laki, dan jika ada penari perempuan haruslah yang berasal dari kalangan somah (rakyat).
Ketika jaipongan akhirnya muncul, penyampaiannnya dalam masyarakat pun menjadi berbeda. Tiap gerakan memiliki filosofi tersendiri.
Baca juga: “Ingin Menyaksikan Pagelaran Seni dan Budaya Bandung? Di sinilah Tempatnya!
Dalam tari, seringkali ditemukan ungkapan yang menggambarkan suatu kondisi masyarakat dan budayanya. Umumnya sang koreografer memiliki pemikiran tersendiri hingga dituang dalam gerakan tari. Tarian cenderung dijadikan media untuk menyampaikan aspirasi yang mungkin sulit diucapkan lewat kata. Jika perempuan begitu sulitnya menyatakan bahwa mereka ingin keluar dari kukungan stereotip sosok perempuan yang ideal serta aturan mengikat yang membatasi ruang gerak, maka mereka bisa mengaspirasikannyaa lewat tari, dan dalam tataran Sunda, gerakan dalam Jaiponganlah yang bisa menyampaikannya.
Sejak ditampilkan pertama kali, Jaipong dianggap sebagai tarian modern yang mampu menggebrak gaya konservatif. Selain menyuarakan emansipasi, jaipongan memperlihatkan simbol kebebasan dan pemberontakan lewat gerakan kepala, tubuh, tangan dan kaki yang tampak leluasa.
Sumber: anisaindriani22.blogspot.com
Sumber: anisaindriani22.blogspot.com
Perhatikan saja, gerakan pencak silat yang dikreasikan dalam jaipong membuktikan bahwa seni dalam bentuk apa pun tidak membedakan jenis kelamin, yang dengan kata lain menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki setara. Gerak pencak, tangkis, gibas, meupeuh, dan giwar yang menunjukkan kejantanan, bisa dipoles dan disesuaikan sedemikian rupa dalam tarian jaipong untuk memperlihatkan keindahan dan kelembutan perempuan, namun menggunakan kekuatan yang tidak berbeda dengan laki-laki.
Gerak cingeus yang tergambar lewat gesitnya gerakan tubuh dan kepala menunjukkan kecekatan dan keluwesan perempuan dalam menghadapi tantangan hidup. Gerakan kaki dalam jaipong seperti gerak depok, sonteng, minced, dsb, yang menggambarkan kegesitan dan penyesuaian diri perempuan Sunda masa kini.  Gerakan liukan tubuh serta kelenturan seluruh anggota badan dalam menarikan jaipong menunjukkan gambaran perempuan fleksibel dalam menghadapi segala perubahan dan persoalan hidup. Gerak galeong ditambah lirikan mata menggambarkan perempuan masa kini yang berani menyuarakan pendapat serta mampu berkomunikasi.
Jika dilihat dari perpaduan variasi tempo musik dan dinamika gerakan yang kadang cepat, sedang, dan lambat, dapat dilihat bahwa perempuan Sunda tidaklah monoton dan bisa menyelaraskan diri sehingga tidak membosankan.
Secara menyeluruh, gerakan dalam jaipongan telah menggambarkan perempuan Sunda masa kini yang enerjik, penuh semangat dan tidak pantang menyerah, ramah, genit, berani, gesit dan lincah, namun tetap kuat dan santun. Ini secara langsung mengubah stereotip lama soal perempuan Sunda cantik-cantik tapi malas.
Artikel tentang seni Sunda: “Keluarga Sunarya, Generasi Dalang yang Melegenda
Mengenai perempuan dengan tubuh sintal dan paras cantik yang merupakan image ideal penari Jaipongan, merupakan aset dan daya tarik yang akan selalu menonjol dari para perempuan Sunda, yaitu di balik kelembutan paras serta beberapa gerakan dalam tarian, terdapat juga gerakan gesit dan mengejutkan. Bahwa perempuan, sebaiknya tak selalu dinilai hanya dari luar berdasar stereotip budaya lama yang telah melekat

sumber :  https://sebandung.com/2016/01/mengenal-filosofi-tari-jaipongan/

Berburu Jajanan Murah khas Kota Bandung

Berburu Jajanan Murah khas Kota Bandung

Berbicara soal kuliner, banyak sekali orang yang sudah tidak meragukan lagi kualitas citarasa kuliner Bandung. Tidak terkecuali dengan makanan khas Nusantara yang bisa Anda temukan di Kota Bandung. Meskipun sekarang ini sudah banyak tempat kuliner bernuansa western atau masakan asing, namun masakan khas Nusantara jangan dilupakan, ya. Oleh sebab itu, beberapa wilayah di Kota Bandung masih menjual jajanan khas Nusantara. Sebut saja, Pasar Pagi, Pasar Baru, dan beberapa pedagang kaki lima yang memang secara khusus menjual jajanan khas Nusantara.
Beberapa jajanan khas Nusantara ini memang memiliki keunikan tersendiri, mulai dari namanya, rasanya, sampai kemasannya. Ingin tahu jajanan khas Nusantara seperti apa saja yang bisa Anda temukan di Kota Bandung?

Cilok

Sumber: pinterest.com
Sumber: pinterest.com
Jajanan khas Bandung yang satu ini memang sangat popular. Baik orang dewasa maupun anak kecil pasti menyukai makanan ini. Cilok sendiri merupakan singkatan dari aci dicolok yang artinya tepung kanji yang ditusuk-tusuk. Jajanan yang satu ini memang terbuat dari bahan tepung kanji yang diisi dengan daging atau telur. Cilok kemudian dikukus dan ditusuk dengan menggunakan tusuk sate.
Jajanan lainnya di: “Tempat Makan di Bandung yang Murah Berbentuk Jajanan
Pada awalnya, cilok dibuat dengan menggunakan bumbu kacang. Namun seiring berkembangnya waktu, cilok juga tersedia dengan bahan bumbu saus dan kecap pedas. Anda bisa menemukan jajanan ini di pasar-pasar atau beberapa pujasera yang ada di Bandung.

Combro

Sumber: resepkuekering.info
Sumber: resepkuekering.info
Jajanan kampung yang bersanding bersama dengan gorengan lainnya seperti bala-bala, cireng, gehu, pisang goreng, kroket, dan tempe goreng ini merupakan jajanan kampung khas Kota Kembang Bandung. Combro sendiri merupakan singkatan dari oncom di jero yang artinya ‘ada oncom di dalamnya’.
Jajanan pedas lainnya: “Cuanki Serayu, di Balik Kesuksesan Tempat Makan Murah Meriah di Bandung
Makanan ini terbuat dari bahan tepung sagu dan ketela pohon yang diparut sampai halus, kemudian dibumbui garam dan daun bawang serta diisi dengan bahan oncom atau fermentasi kacang kedelai yang sudah dimasak dan dibumbui. Combro ini memiliki rasa yang pedas dan gurih sehingga cocok untuk Anda yang senang makanan spicy.

Cimol

Sumber: pinterset.com
Sumber: pinterset.com
Masih sama seperti makanan yang sudah disebutkan di atas, cimol juga merupakan singkatan dari aci digemol yang artinya ‘tepung kanji yang dikulum’. Cimol ini dibuat dari bahan tepung kanji yang kemudian dibentuk bulat-bulat, lalu digoreng dan diberi bumbu berupa bumbu kacang atau bumbu keju. Teksturnya kenyal sehingga disebut ‘aci digemol’ yang artinya, Anda harus memakan jajanan khas Bandung ini dengan cara mengulumnya terlebih dahulu, baru dikunyah dan ditelan. Salah satu pedagang kaki lima cimol ini dapat ditemukan di daerah kawasan pendidikan Unpad Jatinangor. Lokasinya berada di depan gerbang Unpad.

Colenak

Sumber: pinterset.com
Sumber: pinterset.com
Berbeda dengan jajanan khas Bandung sebelumnya, jajanan khas yang satu ini memiliki rasa manis dan legit dengan bahan yang terbuat dari tape atau peuyeum yang dibakar. Setelah tape dibakar, tape akan ditambahkan dengan bumbu yang terbuat dari bahan gula merah dan kelapa parut. Colenak sendiri merupakan singkatan dari dicocol enak karena kue ini akan terasa nikmat jika sudah dicolek dengan bumbu yang disebut kinca atau bumbu gula merah dan kelapa parut tadi. Anda bisa menemukan kuliner khas Bandung yang satu ini di sepanjang jalan Lembang. Camilan yang rendah kalori dan lemak ini sangat cocok untuk disantap di malam hari selagi hangat.

Misro

Sumber: www.tumblr.com
Sumber: www.tumblr.com
Hampir mirip dengan combro, misro juga merupakan makanan yang terbuat dari bahan tepung sagu dan ketela pohon yang diparut halus. Hanya saja, isinya bukan berupa oncom, melainkan gula merah yang sudah dicairkan. Misro sendiri merupakan singkatan dari amis di jero yang artinya ‘manis di bagian dalam’. Anda yang tidak suka pedas, bisa menyantap jajanan khas Bandung yang satu ini.

Cireng

Sumber: resepcara memasak.info
Sumber: resepcara memasak.info
Sama seperti jenis jajanan khas Bandung lainnya, cireng juga merupakan singkatan yang dijadikan nama makanan. Cireng singkatan dari aci digoreng yang artinya ‘tepung kanji yang digoreng’. Sama seperti cimol, bahan dari cireng ini adalah tepung kanji yang dibentuk, lalu diisi dengan oncom dan kemudian digoreng.
Baca juga: “2 Tempat Makan Lucu di Bandung yang Bikin Unyu-unyu
Setelah itu, barulah dicolek dengan menggunakan bumbu kacang. Namun seiring perkembangan zaman, beberapa pedagang kaki lima memodifikasi cireng ini menjadi cireng isi keju, isi sosis, bahkan isi stroberi. Begitu juga dengan bumbunya, kini sudah tersedia cireng bumbu saus, bumbu keju, bumbu barbeque, dan bumbu lainnya.

sumber :  https://sebandung.com/2016/01/berburu-jajanan-murah-khas-kota-bandung/